Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Ajar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Menggunakan Internet Sebagai Sumber Belajar


Ketika saya menekan tuts computer pertama kali pada tahun 1988/1989 saya tidak pernah menyangka kalau computer akan berkembang sedemikian rupa seperti sekarang. Waktu itu saya hanya berfikir computer merupakan barang langka yang tidak ada di sembarang tempat dan harganya sangat mahal.
Waktu itu computer adalah jenis XT, dan AT 286, kedua computer ini merupakan barang antic yang pasti sekarang hanya ada di museum milik bil gate, atau perusahaan computer lainnya.
Sekarang computer sudah sedemikian rupa majunya, sudah masuk ke dalam berbagai lini, saya sendiri kalau tidak menekan tuts computer dalam satu hari rasanya kangen sekali. Sebagai guru saya banyak menghabiskan waktu untuk mengajar, menulis dam memelototi layar monitor, dengan kacamata + ku yang antic.

Saya pernah mengalami kejadian lucu yang tidak pernah dapat dilupakan seumur hidupku. Pada tahun 2003, saya mengikuti lomba Clasroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Saat itu saya sudah mengenal computer dengan baik, dapat membuat slide dengan Power Point. Akan tetapi pada saat itu tidak satupun LCD monitor disediakan dinas Pendidikan Propinsi, yang ada hanyalah OHP.
Saya bergelut semalaman untuk membuat OHT (beningan), saya hasilnya cukup fantastis. KArena itu adalah lomba pertamaku dalam CAR dan saya mewakili propinsi dalam lomba CAR tingkat Nasional di Batu Malang. Ketika sampai di malang saya terpana, betapa saya tertinggal semua orang dari pulau jawa menggunakan LCD, Flasdisk dan semua barang-barang yang asing bagiku.
Sejak saat saya tidak lagi perduli dengan lingkungan, bahwa teknologi merupakan hal yang harus dikuasai meskipun dengan keadaan serba terbatas. Ini semua yang memicuku sampai saat itu, hingga menjadi cukup di kenal di Banyuasin dan Sumatera Selatan.
Komputer terutama internet merupakan sumber belajar yang harus di manfaatkan oleh semua guru karena di dalam internet terdapat jutaan bahkan milyaran informasi yang ada  dan terupload setiap detik.
1.       Internet Sumber Belajar
Ada beberapa trik yang harus dilakukan oleh guru dalam penggunaan internet, pertama adalah browsing, mencari informasi sesuai dengan mata pelajaran. Dalam browsing kita dapat mencari gambar, materi, skema, media yang dapat digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat itu guru tidak lagi hanya berpedoman pada buku, karena buku biasanya tertinggal dengan informasi dari internet yang serba baru.

2.       Internet Lebih Murah
Disamping itu dengan internet tentu pengeluaran menjadi lebih murah, jika kita browsing selama 3 jam di warnet, maka hanya mengerluarkan 10 ribu saja, tetapi jika kita mencari buku dengan dengan kualitas yang ada di internet, tentu dengan harga yang lebih mahal.
Peserta didik kita juga harus terbiasa dengan internet, guru harus dapat menggiring siswanya untuk menggunakan internet sebagai sarana untuk mengembangkan diri. Perlu di ingat bahwa TIK bukan saja miliki guru TIK, tetapi harus dimiliki oleh semua guru mata pelajaran. Dengan teknologi semua menjadi mudah. Kendala hanya di dapatkan pada awal waktu penggunaan, selanjutnya terserah Anda, pasti akan keranjingan seperti saya.

3.       Teknik Penggunaan
Dalam penggunaan internet, kita dapat melakukan secara halus sebagai contoh tugas yang kita berikan dikumpulkan melalui email, atau kita kirimkan email tugas pada siswa. Dengan demikian maka siswa harus membuat email. Kita dapat juga memasang tugas di dalam blog, atau website. Siswa yang akan melihat tugas harus mengunjungi blog yang bersangkutan.
Sebenarnya kita memaksa siswa untuk dapat menggunakan internet secara halus, jika hal ini tidak dilakukan maka penggunaan internet hanya isapan jempol saja.
Internet juga dapat digunakan untuk mengajar secara langsung di kelas dengan bantuan LCD Proyektor, siswa akan mendapatkan hal-hal baru dan akan berusaha mencarinya sendiri baik dirumah maupun di warnet tentang materi yang dipelajari.
Kita dapat juga memanfaatkan secara offline, ini dilakukan jika computer di sekolah kita tidak tersambung dengan jaringan internet atau karena tidak ada hospot di sekolah kita. Dowload materi dan gunakan untuk mengajar di kelas.

Kamis, 07 Juli 2011

Pusat Perhatian Media Pembelajaran


Dalam pembuatan media yang menjadi tujuan utama adalah siswa. Dengan demikian dalam perancangan media berbasis komputer harus memperhatikan unsur-unsur tersebut. Media yang disusun harus menarik perhatian siswa. Tetapi media ini tetap tidak dapat menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran, jadi media pembelajaran digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran.
Media yang baik mempunyai beberapa kriteria baik dari segi konten, tampilan, maupun kemudahan dalam operasional. Konten yang dimaksud disini adalah isi dari bahan ajar tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator yang sudah disusun dalam Rencana Proses Pembelajaran (RPP). Tampilan juga memegang peranan sangat penting. Dimana dalam setiap lembar atau slide harus ada yang menjadi pusat perhatian dalam penyusunan. Apakah gambar, tulisan atau obyek lain yang menjadi pusat perhatian  di dalam media tersebut.
Ada beberapa kriteria yang dapat dipilih dalam penyusunan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi, salah satunya adalah sebagai berikut:
 
Gambar 2.1(a) Pusat perhatian obyek

Dari tampilan yang ada terlihat bahwa yang menjadi pusat perhatian pertama kali adalah judul, kemudian ilustrasi bisa berupa gambar, obyek, tabel, video, animasi atau sejenisnya. Kemudian di lanjutkan dengan teks. Jadi urutan tampilan media di atas adalah Judul, Gambar, tulisan. Dapat juga tersusun dengan menu seperti format berikut ini

Gambar 2.1(b) Perhatian pertama kali pada judul

Dari contoh media di atas maka setiap pembaca atau yang melihat media tersebut yang pertama akan tertentu pada judul, kemudian membaca tulisan atau melihat gambar yang ada. Pusat perhatian harus menarik sehingga siswa cenderung untuk melihat hal tersebut.
Tentu kita dapat saja membuat media dengan teknik perhatian yang lain seperti, kita ingin menonjolkan gambar atau yang lainnya tergantung pada kebutuhan dan kepentingan yang ingin kita tuju. Prinsip yagn penting adalah menarik perhatian siswa sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih menarik dan menyenangkan. Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan proses pembelajaran berlangsung meriah, siswa senang di dalam kelas dengan demikian minat belajar akan tumbuh dan berkembang dengan baik.
Kita dapat juga membuat media dengan pusat perhatian adalah gambar. Dengan demikian maka gambar yang kita buat harus dibuat semenarik mungkin. Gambar harus lebih menonjol dibandingkan dengan judul atau tulisan. Setiap siswa yang melihat terlebih dahulu akan melihat gambar, kemudian akan membaca apa gambar tersebut dan hal-hal yang berkaitan dengan gambar.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini

Gambar 2.2(a) Gambar sebagai pusat perhatian
Dari alur yang ada audiens atau siswa akan melihat gambar terlebih dahulu dengan demikian gambar harus diatur semenarik mungkin. Penerapakan dari alur di atas dapat dilihat pada presentasi berikut ini.

Gambar 2.2(b) Contoh gambar sebagai pusat perhatian

Kita dapat mengembangkan sendiri cara untuk membuat titik perhatian berdasarkan kebiasaan kita. Secara umum gambar memang sangat cocok dijadikan sebagai pusat perhatian dalam proses pembelajaran. Hal ini berdasarkan kebiasaan, bahan media gambar lebih menarik daripada tulisan. Maka dalam pembuatan presentasi power point jika bisa dibuat diagram, gambar, table, grafik mengapa harus dibuat tulisan.
Dengan gambar maka siswa mempunyai inspirasi masing-masing, setiap gambar akan memberi sejuta makna bagi yang melihatnya.

Minggu, 19 September 2010

Membuat Gambar dengan Power Point 2007


Power Point 2003, 2007 dan terbaru 2010 mempunyai keunggulan. Bagi kita seorang guru sungguh sudah cukup untuk digunakan sebagai pembuatan bahan ajar. Karena kesibukan kita mengajar, mengelola nilai, membuat perangkat, membuat media, membuat bahan ajar menjadikan kita tidak sempat untuk belajar Adobe Photoshop, atau Corel Draw. Memang Kedua Program ini baik photoshop maupun Corel Draw tidak dapat dibandingkan dengan Power Point. Tapi dengan mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki Power Point maka media kita menjadi tampil sangat menawan.
Untuk mengoptimalkan Gambar yang Anda Buat dengan menggunakan Power Point 2007 atau Power Point 2010, maka caranya adalah sebagai berikut:
Import, atau masukan gambar yang akan diubah ke dalam power point (bisa dengan insert, atau dengan metoda Copas)
Klik gambar
Klik Menu Format

Pilih Picture Style, dan pilih perubahan yang dikendaki misalkan Shandow, lingkaran dan lain-lain

Gambar akan semakin dramatis dengan mengubahnya memilih Picture Efek dan pilih keadaan yang dikehendaki, seperti berikut ini, misalnya:

Itu semua baru sebagai kecil, Anda dapat mencobanya lebih banyak lagi sehingga di dapatkan hasil yang lebih gemilang.
Jika kita akan menyimpan gambar saja dalam bentuk JPG atau lainnya. Langkahnya adalah sebagai berikut:
Klik Obyek
Klik Kanan
Pilih Save Picture
Beri Nama File
Dan Pilih Jenisnya JPG.
Mudah Sekali bukan, selamat mencoba Anda akan semakin hebat. Gambar ini dapat digunakan dimana saja baik di Word atau di program lainnya. Majulah terus pendidikan Indonesia.

Selasa, 31 Agustus 2010

Membuat Latar Dengan Gambar bertabur Di Power Point

Gambar di belakang sebuah presentasi akan lebih menarik jika diberi latar dengan foto kita, untuk melakukan penyisipannya sangat mudah. Jika kita menggunakan Microsoft Power Point 2007 Caranya adalah sebagai berikut:
  • Aktifkan Microsoft Power Point
  • Buka Lembar Presentasi kosong yang baru
  • Klik Kanan pada lembar Kerja
  • Pilih Format Background, maka akan muncul menu seperti berikut ini











  • Pilih Pictur and Textur Fill
  • Pilih file dan Pilih Gambar yang akan ditampilkan sebagai background
  • Atur Transparasinya hingga 90%
  • Jika ingin gambarnya tampiln banyak pilih Tile
Selamat Deh Background Anda menarik.

Mahfud MD (Ketua MK)

Adsense Indonesia